Banjarbaru – MTsS Daarul Ihsan melaksanakan kegiatan kokurikuler pada tanggal 13–23 Oktober 2026 dengan mengusung pembelajaran lintas disiplin ilmu yang melibatkan mata pelajaran Bahasa Indonesia, Pendidikan Pancasila (PP), dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS).
Kegiatan ini dilaksanakan melalui kunjungan edukatif ke Museum Lambung Mangkurat, Banjarbaru, sebagai upaya memberikan pengalaman belajar secara langsung kepada murid melalui pengamatan, eksplorasi, dan pengenalan sejarah serta kebudayaan daerah.
Dalam kegiatan tersebut, murid diajak untuk mengenal berbagai koleksi museum, mulai dari peninggalan sejarah, benda-benda budaya, hingga berbagai informasi mengenai kehidupan masyarakat Kalimantan Selatan. Melalui pembelajaran Bahasa Indonesia, murid dilatih untuk mengamati, mencatat informasi, dan menyusun hasil pengamatan dalam bentuk tulisan. Sementara itu, melalui Pendidikan Pancasila, murid diajak memahami nilai-nilai budaya, identitas bangsa, serta pentingnya menjaga keberagaman. Adapun melalui mata pelajaran IPS, murid mempelajari sejarah, kehidupan sosial, dan perkembangan masyarakat Kalimantan Selatan.


Pelaksanaan kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap ilmu pengetahuan, sejarah, dan budaya lokal. Selain itu, murid diharapkan mampu mengembangkan kemampuan berpikir kritis, berkomunikasi, bekerja sama, serta memiliki kepedulian terhadap pelestarian warisan budaya.
Kegiatan kokurikuler ini turut menjadi bagian dari upaya madrasah dalam menghadirkan pembelajaran yang bermakna, kontekstual, dan menyenangkan dengan mengintegrasikan nilai-nilai Kurikulum Berbasis Cinta serta membangun karakter murid yang berakhlakul karimah dan berwawasan lingkungan.
Pelaksanaan kegiatan ini juga mendapat perhatian dan pendampingan dari Pengawas MTsS Daarul Ihsan, Hj. Hernita, S.Pd., M.Pd., sebagai bagian dari dukungan terhadap penguatan kualitas pembelajaran di madrasah.
Melalui kegiatan ini, MTsS Daarul Ihsan berharap murid tidak hanya memperoleh pengetahuan dari pembelajaran di kelas, tetapi juga mampu mengambil pelajaran dari lingkungan sekitar, mengenal identitas budaya daerah, serta menumbuhkan rasa bangga untuk menjaga dan melestarikan warisan sejarah bangsa.





















Tinggalkan Balasan