Murajaah Setiap Hari, Tahajud Menguatkan Hati

Menjadi generasi Qur’ani tidak cukup hanya dengan menghafal Al-Qur’an, tetapi juga membutuhkan pembiasaan yang dilakukan secara konsisten setiap hari. Di DIIBS, santri dibimbing untuk menjadikan Al-Qur’an dan ibadah sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan mereka.

Salah satu pembiasaan yang diterapkan adalah murajaah mandiri setiap hari. Melalui murajaah, santri belajar untuk menjaga hafalan yang telah dimiliki agar tetap kuat dan lancar. Kegiatan ini juga melatih tanggung jawab serta menumbuhkan kesadaran bahwa menjaga hafalan Al-Qur’an adalah amanah yang harus senantiasa dipelihara.

Selain menjaga hafalan, DIIBS juga membiasakan santri untuk menghidupkan malam dengan Salat Tahajud. Dua kali dalam sepekan, Tahajud dilaksanakan secara berjamaah sebagai sarana membangun semangat beribadah dan mempererat ukhuwah antarsantri. Momen kebersamaan dalam bermunajat di sepertiga malam menjadi pengalaman berharga yang menguatkan spiritualitas mereka.

Pada hari-hari lainnya, santri dibiasakan untuk melaksanakan Tahajud secara mandiri. Pembiasaan ini bertujuan untuk menanamkan sikap disiplin, mandiri, dan istiqamah dalam beribadah. Dengan demikian, santri tidak hanya mampu melaksanakan ibadah ketika didampingi, tetapi juga memiliki kesadaran dan kemauan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT atas inisiatifnya sendiri.

Melalui pembiasaan murajaah setiap hari dan Tahajud yang dilakukan secara berjamaah maupun mandiri, DIIBS berkomitmen untuk membentuk pribadi yang cinta Al-Qur’an, berakhlak mulia, serta memiliki kedekatan yang kuat dengan Allah SWT. Sebab, pendidikan terbaik bukan hanya melahirkan generasi yang cerdas, tetapi juga generasi yang istiqamah dalam menjaga hafalan dan ibadahnya.

Pembiasaan sederhana ini menjadi langkah nyata dalam membentuk generasi Qur’ani yang tidak hanya kuat dalam hafalan, tetapi juga memiliki hati yang dekat dengan Allah SWT.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *